RSS

Resistor yang berfungsi untuk membatasi arus yang mengalir dalam suatu rangkaian. Sekitar 90% komponen dalam suatu rangkaian atau perangkat elektronik adalah resistor. Untuk itu, Cara menghitung nilai resistor merupakan suatu hal yang penting bagi seorang teknisi atau seseorang yang menekuni bidang elektronika.

Jenis-jenis resistor


Umumnya resistor terbuat dari bahan karbon yang bersifat resistif. Resistansi berbanding terbalik dengan jumlah arus yang mengalir sesuai dengan hukum Ohm. Satuan resistansi dari sebuah resistor dsebut ohm dan dilambangkan dengan Ω (omega)
Bentuk resistor yang umum berupa tabung dengan dua kaki tembaga di masing-masing ujungnya. Pada badan tabung terdapat gelang-gelang warna warni yang merupakan kode untuk mengetahui nilai resistansi sebuah resistor tanpa menggunakan bantuan alat.



Kode-kode warna tersebut merupakan standar manufaktur yang diterbitkan oleh Electronic Industries Association (EIA). Tabel di bawah ini merupakan table warna resistor dilengkapi dengan cara pembacaan nilai gelang warna.
Menghitung Nilai resistor
Nilai resistansi pertama di baca dari gelang warna yang paling depan ke arah gelang toleransi yang berada di paling belakang atau ujung tabung resistor. Warna gelang toleransi adalah coklat, merah, emas dan perak. Setelah mengetahui mana gelang yang pertama maka kita tinggal menghitung nilai resistor. Jumlah gelang warna yang melingkar biasanya sesuai dengan toleransinya. Resistor dengan toleransi 5%, 10% dan 20% memiliki tiga gelang warna tidak termasuk gelang toleransi, namun untuk nilai toleansi !% atau 2% memiliki empat gelang tidak termasuk gleng toleransi.
Gelang warna pertama menunjukan satuan dan gelang warna terakhir menunjukan factor pengali. Misalnya resistor dengan warna coklat, hijau, kuning dan emas, maka cara bacanya sesuai dengan table,
Coklat = 1
Hijau = 5
Kuning = X 10.000 (factor pengali)
Berarti nilai resistansinya adalah 15 X 10.000 = 150.00 Ohm atau 150 Kilo Ohm ± 5%
Hal lain yang perlu diperhatikan selain nilai resistansinya yaitu besar dayanya (watt). Karena resistor dialiri listrik akan menimbulkan panas sebesar W=I2R watt. Semakin besar ukuran resistor, semakin besar pula panas yang dihasilkan.
Demikian cara menghitung nilai resistor, cukup mudah bukan? Semoga artikel ini memberikan manfaat bag anda.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS